HUBUNGAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada Panti Pijat Tuna Netra di Seputaran Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang)

Drs. Dirgo Wahyono M.Si

  • dirgo wahyono

Abstrak

Tantangan manajer keuangan pada lingkungan yang berubah dengan cepat, perlu menguasai pengetahuan keuangan yang memadahi dalam mengelola  perusahaan. Literasi keuangan dibutuhkan semua orang dan manajer keuangan dari berbagai kalangan, sebagai  pedoman melaksanakan pekerjaan. Tujuan yang akan dicapai adalah realistis, dapat diukur, ada target pada waktu tertentu.

Pengetahuan dasar keuangan yang  dibutukan oleh UMKM panti pijat tuna netra  antara lain aspek manajemen kas, akses perbankan, pendapatan, pemisahan uang pribdi dan uang bisnis serta peran sumber daya manusia dalam mengelola bisnis. Arus kas merupakan informasi  penting perubahan kas, bermanfaat bagi manajemen dan pemilik modal/ kreditor untuk mengambi keputusan operasional maupun investasi. Saving adalah selisih  pendapatan yang tidak dikonsumsi, salah satu metode yang baik   untuk investasi  modal kerja atau modal tetap.

Penerapan upah perlu berkeadilan secara internal dan keadilan eksternal, . mempunyai peran penting untuk mengembangkan human resources, peningkatan kompetensi ataupun aturan kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan. Keadilan internal diukur dari pekerjaan yang dilaksanakan, tanggung jawab yang harus dipikul sampai dengan kompetensi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Keadilan eksternal digunakan untuk mengukur efisiensi dan efektivitas perusahaan di banding perusahaan sejenis.

Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga pijat tunanetra yang berada di Kecamatan Gajah Mungkur semarang berjumlah 16 responden. Pengambilan sampel dilaksanakan secara sensus dengan alat analisis Chi Square. Chi Square merupakan salah satu pendekatan statistik untuk menguji perbandingan  frekuensi hasil observasi dengan frekuensi yang diharapkan secara teoritis.

Hasil pengujian terdapat  hubungan positip dan signifikan, antara penyusunan kebutuhan dengan pengelolaan keuangan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991). Ada hubungan postip dan signifikan antara rencana pengeluaran dengan pengelolaan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991). Ada hubungan positip dan signifikan, antara dana cadangan dengan pengelolaan keuangan nilai hitun   nilai tabel  (5.991).

Tidak ada hubungan yang signifikan antara pembukaan rekening dengan pengelolaan keuangan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991). Tidak ada hubungan positip yang signifikan, antara pemahaman saldo minimal dengan pengelolaan keuangan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991).

Tidak ada hubungan yang  signifikan, antara pengambilan kredit dengan pengelolaan keuangan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991). Tidak ada hubungan yang signifikan, antara pemisahan uang pribadi dan bisnis dengan pengelolaan keuangan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991). Tidak ada hubungan yang signifikan, antara pemahaman arus kas dengan pengelolaan keuangan. Tidak ada hubungan yang signifikan, antara pemahaman arus kas dengan pengelolaan keuangan., nilai hitun   nilai tabel  (5.991). Tidak ada hubungan yang signifikan, antara menabung secara rutin dengan pengelolaan keuangan, nilai hitun   nilai tabel  (5.991).

Diterbitkan
2021-02-03